Sabtu, 25 Januari 2014

tentang nabi dan rasul Allah swt

Iman Kepada Rasul


Muroja’ah: Ust. Abu Mushlih Ari Wahyudi

Saudariku! Jangan Pandang Sebelah Mata Pembahasan Ini
Mungkin ada diantara kita yang merasa cukup dengan apa yang telah dipelajari selama ini dari bangku SD hingga bangku SMA (bahkan bangku perkuliahan) atau merasa tidak ada yang perlu dibahas lagi, sudah tahu bahwa Nabi itu ada 25, sifat nabi yang wajib ada 4, shidiq, fatonah, amanah, dan tabligh. Jika demikian pemahamanmu wahai saudariku, maka kebutuhanmu semakin besar dalam membaca tulisan kali ini, sehingga dengan izin Allah, engkau akan menyadari makna dan konsekuensi yang benar dari pernyataan keimananmu kepada Nabi dan Rasul-Nya ‘alaihimush shalatu wassalam.
Definisi Nabi dan Rasul
Nabi dalam bahasa Arab berasal dari kata naba. Dinamakan Nabi karena mereka adalah orang yang menceritakan suatu berita dan mereka adalah orang yang diberitahu beritanya (lewat wahyu). Sedangkan kata rasul secara bahasa berasal dari kata irsal yang bermakna membimbing atau memberi arahan. Definisi secara syar’i yang masyhur, nabi adalah orang yang mendapatkan wahyu namun tidak diperintahkan untuk menyampaikan sedangkan Rasul adalah orang yang mendapatkan wahyu dalam syari’at dan diperintahkan untuk menyampaikannnya (*). Sebagian ulama menyatakan bahwa definisi ini memiliki kelemahan, karena tidaklah wahyu disampaikan Allah ke bumi kecuali untuk disampaikan, dan jika Nabi tidak menyampaikan maka termasuk menyembunyikan wahyu Allah. Kelemahan lain dari definisi ini ditunjukkan dalam hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
(*) Syaikh Ibn Abdul Wahhab menggunakan definisi ini dalam Ushulutsalatsah dan Kasyfu Syubhat, begitu pula Syaikh Muhammad ibn Sholeh Al Utsaimin.
“Ditampakkan kepadaku umat-umat, aku melihat seorang nabi dengan sekelompok orang banyak, dan nabi bersama satu dua orang dan nabi tidak bersama seorang pun.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi juga menyampaikan wahyu kepada umatnya. Ulama lain menyatakan bahwa ketika Nabi tidak diperintahkan untuk menyampaikan wahyu bukan berarti Nabi tidak boleh menyampaikan wahyu. Wallahu’alam. Perbedaan yang lebih jelas antara Nabi dan Rasul adalah seorang Rasul mendapatkan syari’at baru sedangkan Nabi diutus untuk mempertahankan syari’at yang sebelumnya.
Bagaimana Beriman Kepada Nabi dan Rasul ?
Ketahuilah saudariku! Beriman kepada Nabi dan Rasul termasuk ushul (pokok) iman. Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana beriman kepada Nabi dan Rasul dengan pemahaman yang benar. Syaikh Muhammad ibn Sholeh Al Utsaimin menyampaikan dalam kitabnya Syarh Tsalatsatul Ushul, keimanan pada Rasul terkandung empat unsur di dalamnya (*).
(*) Perlu diperhatikan bahwa penyebutan empat di sini bukan berarti pembatasan bahwa hanya ada empat unsur dalam keimanan kepada nabi dan rosul-Nya.
1.     Mengimani bahwa Allah benar-benar mengutus para Nabi dan Rasul. Orang yang mengingkari – walaupun satu Rasul – sama saja mengingkari seluruh Rasul. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.” (QS. Asy-Syu’araa 26:105). Walaupun kaum Nuh hanya mendustakan nabi Nuh, akan tetapi Allah menjadikan mereka kaum yang mendustai seluruh Rasul.
2.     Mengimani nama-nama Nabi dan Rasul yang kita ketahui dan mengimani secara global nama-nama Nabi dan Rasul yang tidak ketahui. – akan datang penjelasannya -
3.     Membenarkan berita-berita yang shahih dari para Nabi dan Rasul.
4.     Mengamalkan syari’at Nabi dimana Nabi diutus kepada kita. Dan penutup para nabi adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang beliau diutus untuk seluruh umat manusia. Sehingga ketika telah datang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka wajib bagi ahlu kitab tunduk dan berserah diri pada Islam Sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, “Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-NisaA’ 4:65)
Jumlah Nabi dan Rasul
Ketahuilah saudariku, jumlah Nabi tidaklah terbatas hanya 25 orang dan jumlah Rasul juga tidak terbatas 5 yang kita kenal dengan nama Ulul ‘Azmi. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Dzar Al-Ghifari, ia bertanya pada Rasulullah, “Ya Rasulullah, berapa jumlah rasul?”, Nabi shallallahu’alaihiwasallam menjawab, “Tiga ratus belasan orang.” (HR. Ahmad dishahihkan Syaikh Albani). Dalam riwayat Abu Umamah, Abu Dzar bertanya, “Wahai Rasulullah, berapa tepatnya para nabi?”, Nabi shallallahu’alaihiwasallam menjawab, “124.000 dan Rasul itu 315 orang.” Namun terdapat pendapat lain dari sebagian ulama yang menyatakan bahwa jumlah Nabi dan Rasul tidak dapat kita ketahui. Wallahu’alam.
Oleh karena itulah, walaupun dalam Al-Qur’an hanya disebut 25 nabi, maka kita tetap mengimani secara global adanya Nabi dan Rasul yang tidak dikisahkan dalam Al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” (QS. Al-Mu’min 40:78). Selain 25 nabi yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an, terdapat 2 nabi yang disebutkan Nabi shalallahu’alaihiwasalam, yaitu Syts dan Yuusya’.
Berkenaan dengan tiga nama yang disebut dalam Al-Qur’an yaitu Zulkarnain, Tuba’ dan Khidir terdapat khilaf (perbedaan pendapat) di kalangan ulama apakah mereka Nabi atau bukan. Akan tetapi, untuk Zulkarnain dan Tuba’ maka yang terbaik adalah mengikuti Rasulullah shalallahu’alaihiwasalam, Beliau shalallahu’alaihiwasalam bersabda, “Aku tidak mengetahui Tubba nabi atau bukan dan aku tidak tahu Zulkarnain nabi atau bukan.” (HR. Hakim dishohihkan Syaikh Albani dalam Shohih Jami As Soghir). Maka kita katakan wallahu’alam. Untuk Khidir, maka dari ayat-ayat yang ada dalam surat Al-Kahfi, maka seandainya ia bukan Nabi, maka tentu ia tidak ma’shum dari berbagai perbuatan yang dilakukan dan Nabi Musa ‘alaihissalam tidak akan mau mencari ilmu pada Khidir. Wallahu’alam.
Tugas Para Rasul ‘alaihissalam
Allah mengutus pada setiap umat seorang Rasul. Walaupun penerapan syari’at dari tiap Rasul berbeda-beda, namun Allah mengutus para Rasul dengan tugas yang sama. Beberapa diantara tugas tersebut adalah:
1.     Menyampaikan risalah Allah ta’ala dan wahyu-Nya.
2.     Dakwah kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
3.     Memberikan kabar gembira dan memperingatkan manusia dari segala kejelekan.
4.     Memperbaiki jiwa dan mensucikannya.
5.     Meluruskan pemikiran dan aqidah yang menyimpang.
6.     Menegakkan hujjah atas manusia.
7.     Mengatur umat manusia untuk berkumpul dalam satu aqidah.
Kesalahan-Kesalahan Dalam Keimanan Kepada Nabi dan Rosul
Terdapat berbagai pemahaman yang salah dalam hal keimanan pada Nabi dan Rasul-Nya ‘alaihisholatu wassalam. Beberapa di antara kesalahan itu adalah:
1.     Memberikan sifat rububiyah atau uluhiyah pada nabi. Ini adalah suatu kesalahan yang banyak dilakukan manusia. Mereka meminta pertolongan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika telah wafat, menyebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam cahaya di atas cahaya (sebagaimana kita dapat temui dalam sholawat nariyah) dan sebagainya yang itu merupakan hak milik Allah ta’ala semata. Nabi adalah manusia seperti kita. Mereka juga merupakan makhluk yang diciptakan Allah ta’ala. Walaupun mereka diberi berbagai kelebihan dari manusia biasa lainnya, namun mereka tidak berhak disembah ataupun diagungkan seperti pengagungan pada Allah ta’ala. Mereka dapat dimintai pertolongan dan berkah ketika masih hidup namun tidak ketika telah wafat.
2.     Menyatakan sifat wajib bagi Nabi ada 4, yaitu shidiq, amanah, fatonah dan tabligh. Jika maksud pensifatan ini untuk melebihkan Nabi di atas manusia lainnya, maka sebaliknya ini merendahkan Nabi karena memungkinkan Nabi memiliki sifat lain yang buruk. Yang benar adalah Nabi memiliki semua sifat yang mulia. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qolam 68:4) Mustahil bagi orang yang akan memperbaiki akhlak manusia tapi memiliki akhlak-akhlak yang buruk dan yang lebih penting lagi, pensifatan ini tidak ada dasarnya dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.
3.     Mengatakan bahwa ada nabi perempuan.
Kekhususan Bagi Nabi
1.     Mendapatkan wahyu.
2.     Ma’shum (terbebas dari kesalahan).
3.     Ada pilihan ketika akan meninggal.
4.     Nabi dikubur ditempat mereka meninggal.
5.     Jasadnya tidak dimakan bumi.
Kebutuhan manusia pada para Nabi dan Rasul-Nya adalah sangat primer. Syaikhul Islam Ibn Taimiyah mengatakan, “Risalah kenabian adalah hal yang pasti dibutuhkan oleh hamba. Dan hajatnya mereka pada risalah ini di atas hajat mereka atas segala sesuatu. Risalah adalah ruhnya alam dunia ini, cahaya dan kehidupan. Lalu bagaimana mau baik alam semesta ini jika tidak ada ruhnya, tidak ada kehidupannya dan tidak ada cahayanya.”
Demikianlah saudariku. Kita mengetahui kebutuhan hamba akan risalah yang disampaikan oleh Rasul-Nya sangatlah besar. Karena tidaklah seorang hamba dapat melaksanakan ibadah yang dicintai dan diridhoi oleh Allah ta’ala kecuali dengan pengajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan dengan diutusnya para Rasul ini, kita mengetahui bahwa Allah menyayangi dan memberi pertolongan pada hambanya. Oleh karena itulah kita wajib bersyukur dengan nikmat yang besar ini. Wallahu ‘alam.
Maraji’:
1.     Syarh Tsalatsatul Ushul. Syaikh Muhammad bin Sholih Al-’Utsaimin.
2.     Rekaman kajian Iman kepada Nabi dan Rosul, Dauroh Muslim Muslimah Dasar 2004. Ustadz Kholid Syamhudi.
***
Artikel http://www.muslimah.or.id
Nama-Nama Para Nabi
Tanya : Berapa Jumlah nama-nama Nabi yang disebutkan dalam Alqur’an?
Jawab : Nama-nama Nabi yang disebutkan dalam al Qur’an diantaranya:
Adam, Nuh, Idris, Hud, Sholih, Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’kub, Yusuf, Luth, Su’aib, Yunus, Musa, Harun, Ilyas, Zakariya, Yahya, Ilyasa’, Dzulkifli, Daud, Sulaiman, Ayyub, ‘Isa, Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.
——————————————————————-

Catatan kaki:
Nama-nama Nabi dijelaskan dalam al Qur’an ada 25, 18 Nabi disebutkan dalam al Qur’an al Karim pada Firman Allah ta’ala (Qs. Al An’am :83-86) :
وَتِلكَ حُجَّتُنَآ ءَاتَينَـٰهَآ إِبرَٲهِيمَ عَلَىٰ قَوۡمِهِۦۚ نَرۡفَعُ دَرَجَـٰتٍ۬ مَّن نَّشَآءُ‌ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ۬ (٨٣
Dan itulah Hujjah Kami yang kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnnya.Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki.Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana, Maha Mengetahui.(al An’am:83
وَوَهَبنَا لَهُ ۥۤ إِسحَـٰقَ وَيَعقُوبَ‌كُلاًّ هدينَا‌ۚ وَنُوحًا هدينَا مِن قَبل وَمِن ذُرِّيَّتِهِۦ دَاوُ ۥدَ وَسُلَيمَـٰنَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَىٰ وَهَـٰرُونَ‌ۚ وَكَذَٲلِكَ نَجزِى ٱلمُحسِنِينَ (٨٤
Dan Kami telah menganugrahkan Ishaq dan Ya’kub kepadanya.kepada masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh, dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.(al An’am:84)
وَزَكَرِيَّا وَيَحيَىٰ وَعِيسَىٰ وَإِليَاسَ‌ۖ كُلٌّ۬ مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ (٨٥
Dan Zakariya, Yahya, ‘Isa, dan Ilyas, semuanya termasuk orang-orang yang sholih.( al An’am:85)
وَإِسمَـٰعِيلَ وَٱليَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطً۬ا‌ۚ وَكُلاًّ۬ فَضَّلنَا عَلَى ٱلعَـٰلَمِينَ (٨٦
Dan Ismail, Ilyasa’, Yunus dan Luth, Masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) diatas umat lain (pada masanya(al An’am :86)
Dan Masih ada 7 Nabi yang disebutkan dalam ayat yang lain, diantara mereka adalah: Adam, Hud, Sholih, Syu’aib, Idris, Dzulkifli, dan Nabi kta Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam.
Adapun Nabi Adam banyak disebutkan dalam Al Qur’an, diantara nyafirman Allah subahanahu wa ta’ala surat al Baqarah :31 :
وَعَلَّمَ ءَادَمَ ٱلۡأَسۡمَآءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَہُمۡ عَلَى ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةِ فَقَالَ أَنۢبِـُٔونِى بِأَسۡمَآءِ هَـٰٓؤُلَآءِ إِن كُنتُمۡ صَـٰدِقِينَ
Dan Dia ajarkan Adam nama-nama(benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman :”Sebutkan kepadaKu nama semua (benda) ini , jika kamu yang benar. (al Baqarah:31)
Nabi Hud disebutkan dalam Al Qur’an Surat al A’raf:65
وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمۡ هُودً۬ا‌ۗ قَالَ يَـٰقَوۡمِ ٱعبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَـٰهٍ غَيرُهُ ۥۤ‌ۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Dan kepada kaum ‘Ad (Kami utus) Hud , saudara mereka. Dia berkata: “ Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada yang berhak disembah selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa?”
Nabi Sholih disebutkan dalam al Qur’an surat al A’raf:73 :
وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمۡ صَـٰلِحً۬ا‌ۗ قَالَ يَـٰقَوۡمِ ٱعبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لكم مِّنۡ إِلَـٰهٍ غَيرُهُ ۥۖ…….
Dan kepada Kaum Samud (Kami utus) saudara mereka Sholih. Dia Berkata, wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada yang berhak disembah selain Dia…..(al A’raf:73)
Nabi Syu’aib disebutkan dalam al Qur’an surat al A’raf ; 85
وَإِلَىٰ مَدۡيَنَ أَخَاهُمۡ شُعَيبا……
Dan kepada kaum Madyan kami utus Syu’aib…(al A’raf:85)
Nabi Idris disebutkan dalam Al Qur’an surat Mariyam :56
وَٱذۡكُرۡ فِى ٱلۡكِتَـٰبِ إِدۡرِيسَ‌ۚ إِنَّهُ ۥ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيا
Dan ceritakanlah (Muhammad) Kisah Idris didalam Kitab (al Qur’an) . Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi. ( Maryam:56)
Nabi Dzulkifli disebutkan dalam Al Qur’an Surat al Anbiya’:85
وَإِسمَـٰعِيلَ وَإِدۡرِيسَ وَذَا ٱلكِفلِ‌ۖ كل مِّنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ
Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Dzulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar.(al Anbiya’ :85)
Nabi kita Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam disebutkan dalam Al Qur’an surat al Fath:29
مُّحَمَّدٌ۬ رَّسُولُ ٱللَّهِ‌ۚ
Muhammad adalah Rasulullah,….(al Fath:29
Diambil Dari:
A’lamus sunnah al Mansurah
Penulis : Syaikh Hafidz bin Ahmad al Hakami – rahimahullah-
Hal.104
25 Nama Nabi dan Rasul yang Wajib Kita Ketahui – Agama Islam
Dalam agama islam terdapat 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui dengan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi yang terakhir untuk seluruh umat spanjang masa, yaitu :
1. Adam AS.
2. Idris AS.
3. Nuh AS.
4. Hud AS.
5. Soleh AS.
6. Ibrahim AS.
7. Luth AS.
8. Ismail AS.
9. Ishak AS.
10. Yakub AS.
11. Yusuf AS.
12. Ayub AS.
13. Sueb AS.
14. Musa AS.
15. Harun AS.
16. Zulkifli AS.
17. Daud AS.
18. Sulaiman AS.
19. Ilyas AS.
20. Ilyasa AS.
21. Yunus AS.
22. Zakaria AS.
23. Yahya AS.
24. Isa AS.
25. Muhammad SAW.

Nabi yang mendapat julukan Ulul Azmi atau nabi/rasul yang memiliki ketabahan yang luar biasa dalam menjalankan kenabiannya :
1. Nuh AS.

2. Ibrahim AS.
3. Musa AS.
4. Isa AS.
5. Muhammad SAW.

Jumat, 24 Januari 2014

sepahit apapun hdup ini apabla kta dpt mnjlni nya lma lma akn trsa mnis 
Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi

Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka

Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini
 
walau kta tk prnh thu apa khendak NYA
syukuri sja apa yg ada didunia ini,kta hdup di dunia ini hnya smentra sja
smuanya didunia ini tdk ada yg abadi kcuali satu yaitu Allah yg Maha Esa ,tmpt kta bersjud dan meminta atas sgala sesuatu.............
kthuilh smua akan indah pda wktux , hx sja qt hruz brusaha dan berdoa sedangkan allah yg menentukan.........


Sahabat sejatiku, hilangkah dari ingatanmu
Di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi, aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku
Kita s’lalu berpendapat, kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kaupun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekedar materi


Pegang pundakku, jangan pernah lepaskan
Bila ku mulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku, jangan pernah lepaskan
Bila ku ingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku s’lalu membanggakanmu, kaupun s’lalu menyanjungku
Aku dan kamu darah abadi
Demi bermain bersama, kita duakan segalanya
Merdeka kita, kita merdeka

Tak pernah kita pikirkan
Ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan
Akhir perjalanan ini



tak ada hal yg terindah di dunia ini 

selain bermunajad kepada NYA

cintailah seseorang bukan karena harta nya

tapi karena ahlak nya
meskipun kaya tapi tak ber ahlak
rendah pandangannya di sisi ALLAH SWT

orang tanpa ilmu agama
seperti orang yang buta
orang tanpa ilmu umum
seperti org yang pincang

carilah pendamping hidup
yang setia dan yang baik
jangan kamu melihat kecantikkan nya saja
kencantikan dhohir tak sebanding
dengan kecantikan batin nya

jangan sekali kali kamu
meletakkan dunia di hatimu
tapi cukup kau taruh di tangan mu

apa yang dinamakan orang cerdas?
orang cerdas adalah
orang yang selalu ingat
dengan kematian nya